Saat saya lari pagi hari ini, saya mengambil jalan yang berbeda daripada sebelumnya, jogging track di Pitaloka tepat di pinggir danau. Oya, saya tinggal di Kota Baru Parahyangan, sebuah kompleks perumahan di daerah Padalarang yang sangat besar dan ditata dengan baik, dikelilingi oleh danau.
Nah, untuk mencapai Jogging Track ini yang panjangnya saya perkirakan 3- 4km, kita harus menyusuri pinggir jembatan terlebih dahulu. Ternyata, rekomendasi teman saya sangat tepat, Jogging Track ini memiliki view yang sangat indah (menyusuri danau).
Kita bisa melihat perahu nelayan, anak sekolah (dari kampung seberang), matahari pagi, danau yang luas membentang dan juga menghirup udara pagi yang segar. (Nanti akan saya coba upload photo2 pemandangannya)
Karena ini pengalaman pertama, saya tidak tahu berapa jauh Jogging Track ini (mengelilingi satu cluster perumahan). Setelah cukup lama berlari, saya mulai panik saat saya tidak kunjung melihat ujung Jogging Track ini. Soalnya saya hanya punya waktu 1/2 jam (dan harus pergi bekerja), apalagi saya tidak membawa jam. Saya mulai berpikir untuk kembali, dan bahkan terbersit dalam pikiran saya untuk naik pagar (antara jogging track dan perumahan dibatasi oleh pagar besi yang cukup tinggi). Tapi akhirnya, saya putuskan untuk meneruskan rute saya dan terus berlari. Singkat cerita, saya dapat menyelesaikan rute lari saya dan kembali ke rumah saya tepat 1/2 jam perjalanan.
Disepanjang perjalanan, ada 1 kalimat yang terus terngiang dalam pikiran saya,”Follow God’s Path……Follow God’s Path……Follow God’s Path”.
Seringkali dalam perjalanan hidup kita, ada masalah dan tantangan yang membuat kita kuatir karena kita tidak dapat melihat akhir dari rute kita. Kita mulai bertanya-tanya,”seberapa jauh lagi kita harus berlari”. Kita mulai mencari jalan alternatif; mungkin kita ingin kembali atau bahkan loncat pagar untuk keluar dari jalan yang sedang kita jalani.
Tetapi, saat kita setia dengan rute yang Tuhan telah siapkan, ada banyak berkat yang kita terima disepanjang perjalanan. Saya menikmati udara pagi yang lebih bersih (dibandingkan lari di pinggir jalan kompleks), pemandangan yang lebih indah (lake view), dan berkat lainnya. Saya baru sadar, betapa indahnya tempat saya tinggal selama ini. Akhirnya, rasa puas juga saya rasakan setelah menyelesaikan rute lari saya. Ternyata saya bisa juga melakukannya!
Teman-teman, setiap kita memiliki rute perjalanan dengan tantangan yang berbeda-beda, tetapi saat kita belajar setia di jalannya Tuhan, ada berkat khusus yang sudah Tuhan siapkan untuk kita.
“Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi” (1 Kor 9:25)

Recent Comments